Pada gilirannya, kita perlu belajar berdoa, belajar bekerja, belajar mendialogkan ilmu dengan kehidupan, belajar lagi mendengar, mendengar yang bukan suara, menyimak kisah-kisah, mengendus mimpi-mimpi, mengunyah masa lalu, menelan jamu dan obat berupa caci-maki dan hujatan, belajar memuntahkan racun-racun kemajuan zaman, belajar diam, diam yang paling diam, sebab penyakit manusia (salah satunya karena terlalu banyak bicara), belajar memanusiakan manusia, belajar manjadi keranjang sampah, belajar mendaur ulang sampah dalam diri, belajar mengerti, belajar jernih, belajar berterima kasih, belajar sabar dan istiqomah, belajar berprinsip, belajar menanam dan menabung, belajar memberi dan membuang, belajar menipu agar tak tertipu, belajar menjadi kayu, batu, angin, air, belajar ada, belajar moksa, belajar tidak kencing di celana, belajar menghormati bendera, belajar menjadi rakyat, belajar menemani, belajar tidak aneh-aneh, belajar merenangi keringat, belajar melayari tetes demi tetes air mata, belajar ilmu tangan kosong, belajar menggali dan mengubur, belajar melaju, belajar melambat dan berhenti, belajar dari setan, belajar menjadi sungai, laut, muara, belajar bercahaya, belajar cara belajar, belajar mati sebelum mati, belajar mengakrabi realitas, belajar mengenal diri sendiri, belajar tidak lupa diri, belajar tidak kurang ajar, belajar sederhana, belajar… belajar…
Malang-Wonogiri-Yogyakarta-Kutoarjo
Views: 261





